Loading...
Teguh Sucianto

3 Hal Yang Perlu Dilakukan Dalam Menulis Kreatif

10 Feb 2017 10:25. Oleh Teguh Sucianto

TemanKita, ketika ditanya mengenai kesulitan dalam menulis kebanyakan akan menjawab kata pertama untuk memulai adalah yang tersullit. Tidak sedikit juga yang bertanya bagaimana cara menulis ? Bagaimana tulisan kita dapat menarik dan disukai banyak orang? Terlebih lagi dalam menulis kreatif. Apa itu menulis kreatif ? Menulis kreatif merupakan tulisan fiksi, tulisan yang berisikan imajinasi seseorang. Contoh dari penulisan kreatif seperti novel, drama, puisi, cerpen maupun sekenario film. Langsung saja, yuk... simak 3 hal yang dapat membantu Temankita dalam memproduksi tulisan kreatif.

Membaca

Membaca menjadi modal utama dalam menulis, bukan hanya penulisan kreatif, tetapi menulis ilmiah juga membutuhkan modal bacaan yang banyak. Dengan terbiasanya TemanKita membaca maka semakin banyak kosakata yang tersimpan dan terekam dalam ingatan. Manfaat membaca juga dapat membantu Temankita memahami gaya penulisan. Para penulis kreatif professional memiliki gaya serta ciri dari tulisannya. Gaya tulisan meliputi penggunaan majas, kosakata, deskripsi ataupun diksi.

Membaca juga bukan hanya terbatas pada teks atau literature, tetapi dapat membaca keadaan sekitar, psikologi, maupun alam sekitar. Berbeda dengan menulis ilmiah, penulisan kreatif butuh “kehidupan sendiri” si penulis seolah menciptakan sebuah “dunianya” sendiri.

Melakukan 2 pekerjaan dalam 1 waktu

Umumnya ketika Temankita sudah berhasil menuliskan kata pertama, maka hal selanjutnya yang terjadi adalah timbul perasaan sudah benar atau tidak tulisan kita, apakah ada salah dalam pengetikan, atau sudah sesuai dengan kaidah-kaidah ketatabahasaan. Ketatabahasaan, ejaan dan struktur kalimat merupakan pekerjaan editing. Editing sebaiknya dilakukan setelah Temankita benar-benar menyelesai tulisan, sehingga tidak melakukan 2 pekerjaan dalam 1 waktu. Jika melakukan pekerjaan editing dan menulis dilakukan secara bersamaan, maka yang terjadi adalah terbuangnya waktu, kegagalan dalam tulisan, dan tidak pernah dapat menyelesaikan tulisan.

Melupakan Hasil Tulisan

teori sastra menyebutkan bahwa karya sastra bersifat objektif. Pengertiannya adalah karya sastra berdiri sendiri, terlepas dari penulisnya, karya sastra atau hasil tulisan kreatif seolah “makhluk” yang terlepas dari penulisnya. Ketika, TemanKita berhasil melupakan tulisan yang pernah dituliskan, maka akan lebih memudahkan untuk mendapatkan ide baru dan ekplorasi lebih luas lagi. Tulisan yang sudah selesai, apapun hasilnya lupakan dan buat yang baru. Sehingga Temankita menjadi produktif dan secara tersendirinya membentuk gaya sendiri tulisannya.

Salam


kelaskita logo kecil Explore