Loading...
Teguh Sucianto

4 Jurus Jitu Memilih Jurusan Kuliah

13 Mar 2017 16:44. Oleh Teguh Sucianto

Semoga TemanKita dalam keadaan baik dan sehat selalu. Bagi teman-teman yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas kelas XII ataupun Kejuruan, akan dihadapkan dengan pemikiran yang membuat galau yaitu, melanjutkan keperguruan tinggi? Berkerja? Kursus? Atau pelatihan?

Kebanyakan TemanKita cenderung memilih melanjutkan keperguruan tinggi, atau bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi. Jika kegalauan sudah diselesaikan, timbul lagi permasalahan, jurusan apa yang akan dipilih? Bidang studi apa yang cocok dan dapat menunjang masa depan? Kemampuan apa yang dapat bersaing nanti di dunia kerja atau memberikan penghidupan?

Simak jurus jitu dalam memilih jurusan saat ingin memasuki dunia kuliah.

Jurus pertama Bidang Apa Yang Paling Diminati

Peminatan dalam memilih jurusan bisa TemanKita sederhanakan seperti halnya menikmati sebuah hobi. Apakah hobi olahlaraga, ketangkasan, dan kesenian membutuhkan banyak pemikiran dalam menentukannya? Bukankah hal itu datang secara alamiah, timbul kepuasan, keinginan untuk melakukan, terbiasa bagaikan “candu”? Tidak sedikit dari kita menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk menjalankan hobi tersebut. Lantas, bukan tidak mungkin apabila kita menentukan sebuah jurusan sesuai dengan keinginan yang paling diminati, atau bahkan sesuai dengan hobi TemanKita, atau jadikan jurusan yang nanti dipelajari sebagai hobi kedua.

Abaikan terlebih dahulu tentang masa depan dari jurusan yang TemanKita pilih. Jika segala sesuatu dilakukan secara konsisten dan tekun, pasti akan ada “monument” besar yang berhasil TemanKita bangun. Tanya kembali kedalam diri, jurusan apa atau bidang apa yang paling diminati oleh TemanKita, karena jika sudah ditentukan masa kuliah akan berlangsung cukup lama 3-5 tahun untuk jenjang strata 1.

Indikator ketertarikan tersebut bisa TemanKita pahami dengan gairah atau ‘passion’ yang dijalankan selama ini, apakah ketertarikan dalam ilmu-ilmu eksakta, ilmu-ilmu humaniora, atau ilmu-ilmu kesenian. Berangkat dari gairah tersebut tinggal dispesifisikasi lebih jauh, apa yang menjadi fokus dalam jurusan tersebut. Ambil contoh TemanKita sangat menyukai fotografi, sangat hobi sekali mengabadikan setiap momen dalam kehidupan, dan itu menjadi sebuah gairah tersendiri dalam diri, seolah jika tidak memegang sebuah kamera maka hidup terasa hambar. Maka lanjutkan gairah tersebut dengan mengambil jurusan yang berhubungan dengan fotografi, apakah broadcasting, jurnalistik, atau artistik. Gairah jalan, ilmu bertambah yang nantinya kemampuan tersebut akan menjadi nilai plus dalam bersaing di masa depan. Menjadikan TemanKita yang dapat menjalankan hobi, pekerjaan menjadi satu dalam professionalitas pekerjaan.

Jurus kedua Kualifikasi Yang Dimiliki

Kualifikasi merupakan prestasi yang dapat dilihat dari sertifikat, nilai atau pencapaian lain. Lantas jika selama ini hobi atau passion TemanKita tidak terukur itu menjadi kendala? Tidak, relasi juga merupakan kelebihan yang dapat dijadikan kualifikasi TemanKita, beberapa pujian dari teman, pakar atau guru dapat menjadi dasar untuk membangkitkan kepercayaan diri dalam menentukan jurusan yang akan dipilih. Itulah yang menjadi alasan kenapa TemanKita harus mengambil jurusan tersebut agar kualifikasi yang dimiliki semakin tinggi. Contoh selama dibangku sekolah TemanKita sangat menyukai menulis fiksi, namun belum diberi kesempatan menjuarai lomba penulisan, namun beberapa relasi yang dimiliki menganggap kualitas tulisan TemanKita sangat baik, hanya saja perlu diperdalam secara teknis ataupun teoritis, sehingga tulisan akan lebih baik untuk diterbitkan. Bisa jadi relasi tersebut akan menyarankan berberapa universitas yang dapat TemanKita pilih sesuai dengan passion yang dimiliki. Sehingga pemahaman kualifikasi tidak harus melulu pada sertifikat ataupun nilai secara hitam diatas putih.

Jurus ketiga Merumuskan Cita-Cita

Segera mungkin rumuskan cita-cita TemanKita, cita-cita berangkat dari sebuah mimpi. Mimpi akan menjadi kenyataan karena adanya proses belajar. Belajar membentuk kemampuan dalam mewujudkan kehidupan menjadi kenyataan. Jika TemanKita memiliki cita-cita sesuai dengan passion maka apapun tantangan yang dihadapi menjadi lebih “asik” untuk di lewati. Bukankah melanjutkan pendidikan ke-perguruan tinggi bertujuan untuk menghadapi segala tantangan? Maka minat, kemampuan dan cita-cita harus seiring sejalan bersama. Sebuah pepatah bilang banyak jalan menuju Roma, tapi bukankah kita menginginkan berjalan dalam jalan yang kita sukai dan kita kuasai? Jika TemanKita memiliki cita-cita menjadi seorang dokter, maka sesuaikan dan ambil jurusan kedokteran, jika ingin menghibur maka ambil jurusan seni musik, peran atau lukis. Jika cita-cita TemanKita ingin menjadi orang besar, maka besarkan apa yang dimiliki. Bermimpilah menjadi orang besar, karena orang besar pasti sukses, karena orang sukses belum tentu besar.

Jurus keempat Persiapkan Persediaan

Persiapkan pesediaan, dimaksudkan adalah persiapan mental dan materi. Cari informasi sejelas mungkin jurusan, fakultas ataupun Universitas yang menjadi tujuan TemanKita apakah tersedia di kota tempat tinggal, atau berada di kota lain. Jika di kota lain maka persiapkan mental dan materi, konsultasikan kepada ayah dan bunda. Diskusikan dengan baik, bangun kepercayaan bahwa apa yang menjadi pilihan TemanKita adalah pilihan yang sudah diperhitungkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hitung kembali kemungkinan-kemungkinan yang paling kecil resikonya, kadangkala persoalan datang untuk menguji seberapa kuat TemanKita dalam memegang cita-cita dan semangat. Targetkan juga masa studi yang akan dijalani TemanKita, agar semuanya menjadi lebih baik. Karena waktu tidak dapat diulang walau hanya satu detik. Tetap semangat, salam hangat KelasKita.com


kelaskita logo kecil Explore