Loading...
Teguh Sucianto

OpiniKita: Anda Memiliki Hal Ini? Jika Iya, Maka Anda Sedang Belajar

07 Mar 2017 14:19. Oleh Teguh Sucianto

Semoga TemanKita dalam keadaan sehat dan berbahagia saat ini? Pada kesempatan kali ini, sedikit kita akan berbincang-bincang ringan tentang belajar. Karena kebanyakan kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya setiap saat kita selalu belajar. Pemahaman saat ini belajar hanya terbatas pada sebuah institusi sekolah, tempat khursus, dan pelatihan. Sesunguhnya apa itu belajar? Apakah dalam belajar ada kiat-kiat khusus? Ayo... mari simak OpiniKita kali ini

Ada baiknya kita pahami dulu definisi belajar. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Terdapat empat tahapan belajar manusia, yaitu: Pertama Inkompetensi bawah sadar, yaitu tidak sadar bahwa ia tidak tahu. Kedua Inkompetensi sadar, yaitu sadar bahwa ia tidak tahu. Ketiga Kompetensi sadar, yaitu sadar bahwa ia tahu. Keempat Kompetensi bawah sadar, yaitu tidak sadar bahwa ia tahu. Berdasarkan kutipan laman Wikipedia tersebut jika boleh disimpulkan belajar membutuhkan proses. Belajar dapat TemanKita kondisikan menjadi sebuah kebiasaan yang terstruktur.

Belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, oleh media apa saja. Terlebih di era digital saat ini, belajar dapat dilakukan secara on-line seperti pada KelasKita.com. TemanKita dapat memperdalam atau mempelajari hal-hal baru secara terstruktur dan memiliki kurikulum pembelajaran serta penyampaian yang lebih beragam, melalui teks, audio ataupun video.

Sekarang coba simak...! Apakah TemanKita memiliki hal-hal berikut ini. Jika iya, maka TemanKita sudah melakukan proses belajar.

- Memiliki Motivasi

Mari bersama kita pahami pengertian motivasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan motivasi yaitu dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi juga dapat berarti sebuah usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Motivasi harus dibangun secara sadar. TemanKita dapat mengawali hal tersebut oleh sebuah mimpi. Paling tidak bermimpilah setinggi langit, apabila jatuh, paling tidak terjatuh diantara bintang-bintang, dan apabila jatuh kembali, masih bersanding disebelah bulan. Dari mimpi tersebut terdapat sebuah dorongan yang akan dilanjutkan melalui tindakan. Namun, tujuan bukanlah segala-galanya, tapi fokuslah pada proses dalam mencapai tujuan tersebut, Karena di dalam proses tersebut TemanKita mendapatkan pembelajaran. Jika memiliki motivasi dan sudah terbangun, maka bisa dikatakan TemanKita sudah menyiapkan diri untuk belajar, untuk mengubah diri menjadi sesuatu yang lebih baik menurut perspektif TemanKita sendiri

Apakah motivasi sudah ada di dalam diri TemanKita?

- Cara Pandang Yang Tepat Akan Sekolah

Bagaimana TemanKita memandang sekolah menjadi sangat penting. Selama ini apakah TemanKita memandang sekolah sebagai tempat yang membosankan? Sekolah hanya menjadi tempat yang harus dikunjungi lima hari dalam seminggu selama 6-8 jam per hari, tanpa punya pandangan lain bahwa sekolah merupakan sebuah media, untuk langkah selanjutnya menuju yang lebih tinggi?

Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tapi sekolah dapat menjadi tempat yang menyenangkan untuk memperoleh sebuah pengalaman. Cara pandang TemanKita dapat dikembangkan lagi bahwa bukan hanya sekolah yang menjadi tempat belajar. Semua tempat dan media dapat menjadi tempat belajar. Sekolah hanya menjadi langkah awal dalam menghadapai proses belajar yang lebih jauh dan luas lagi. Selepas dari sekolah maka guru sejatinya adalah pengalaman.

- Cepat Bangkit dan Untuk Memulai Kembali

Bangkit untuk memulai lagi, sikap ini harus ada dalam diri TemanKita. Tentu kita sudah sering mendengar Thomas Alva Edison yang dipercaya sebagai penemu lampu pijar, apakah hanya dengan sekali percobaan lantas Thomas berhasil membuat penemuan lampu? Tentu tidak dengan motivasi, melewati pendidikan barulah memulai sebuah penelitian. Kegagalan dalam pembelajaran itu biasa, Karena dari kegagalan belajar itulah, TemanKita berarti sudah belajar. Belajar dari sebuah kesalahan, belajar dari sebuah pengetahuan.

Apabila TemanKita memiliki motivasi yang tinggi, memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat institusi pendidikan, serta cepat bangkit untuk memulai lagi, maka TemanKita sedang belajar. Belajar untuk menjadi sesuatu yang berarti, minimal untuk diri sendiri.

Salam Hangat

Topik: Belajar

kelaskita logo kecil Explore